Makna Lagu What Goes Around Comes Around – Justin Timberlake. Dirilis tahun 2006 sebagai single terakhir dari album FutureSex/LoveSounds, “What Goes Around… Comes Around” langsung terasa berbeda. Durasi hampir tujuh setengah menit, intro panjang dengan petikan gitar Timur Tengah, dan cerita yang terasa seperti film pendek. Banyak yang langsung menyebut ini “Cry Me A River bagian dua”, tapi sebenarnya lagu ini jauh lebih dewasa, lebih gelap, dan lebih final. INFO CASINO
Hukum Karma yang Tak Terbantahkan: Makna Lagu What Goes Around Comes Around – Justin Timberlake
Judulnya sudah jelas: apa yang kamu lakukan akan kembali padamu. Lirik menceritakan seorang pria yang dikhianati, tapi kali ini Justin tidak lagi marah seperti dulu. Dia tenang, hampir kasihan. Baris “What goes around, goes around, goes around, comes all the way back around” diulang seperti mantra, seolah dia hanya menyaksikan roda karma berputar sendiri. Nada dinginnya justru membuat lagu ini lebih menyakitkan daripada teriakan.
Sekuel Langsung dari “Cry Me A River”: Makna Lagu What Goes Around Comes Around – Justin Timberlake
Video klipnya bahkan dibuat sebagai kelanjutan resmi: Justin masih bersama Scarlett Johansson (yang dulu jadi “gadis pirang” di Cry Me A River), tapi kali ini hubungan mereka hancur karena perselingkuhan lagi. Adegan mobil terbakar, kejar-kejaran, dan akhir tragis mempertegas pesan: orang yang mengulangi kesalahan yang sama akan mendapat akibat yang lebih berat. Justin sendiri pernah bilang lagu ini adalah penutup dari babak hidupnya yang penuh drama percintaan itu.
Penerimaan dan Kematangan Setelah Sakit
Kalau “Cry Me A River” adalah kemarahan tahap awal, lagu ini adalah tahap akhir: penerimaan. Dia sudah tidak lagi menyalahkan, tidak lagi bertanya kenapa. Baris “You spent the whole night tryna make me jealous… Girl, don’t you know, with me you’ll never be alone” terdengar seperti ejekan terakhir sebelum dia benar-benar pergi. Bagian interlude panjang dengan vokal berlapis dan string orchestra membuat lagu ini terasa seperti doa sekaligus vonis: “karma sudah menulis ceritamu sendiri, aku cuma menonton dari jauh”.
Kesimpulan
“What Goes Around… Comes Around” adalah mahakarya tentang hukum sebab-akibat dalam cinta. Justin berhasil mengubah rasa sakit pribadi jadi pelajaran universal yang dingin, elegan, dan tak terbantahkan. Lagu ini bukan lagi balas dendam, tapi pengumuman bahwa dia sudah selesai dengan drama dan membiarkan alam semesta yang menyelesaikan sisanya. Hampir 20 tahun berlalu, kalau kamu dengar lagu ini malam-malam, rasanya masih sama: peringatan halus bahwa setiap perbuatan punya harga, dan kadang harga itu datang dengan bunga yang sangat besar. Klasik yang tidak pernah usang.