Review Makna Lagu Blueberry Faygo: Ketertarikan pada Seorang

Review Makna Lagu Blueberry Faygo: Ketertarikan pada Seorang

Review Makna Lagu Blueberry Faygo: Ketertarikan pada Seorang. Di antara gelombang trap yang mendominasi akhir 2019 hingga awal 2020-an, “Blueberry Faygo” milik Lil Mosey tetap menjadi salah satu lagu paling ikonik dan mudah diingat. Dirilis pada 7 Februari 2020 sebagai lead single dari album Certified Hitmaker (Reloade), lagu ini dengan cepat mencapai lebih dari 1,6 miliar streams di Spotify hingga Februari 2026 dan menduduki posisi No. 8 di Billboard Hot 100 selama 28 minggu berturut-turut. Dengan beat ringan produksi MadeinTYO, hook yang langsung nempel, dan vokal Lil Mosey yang santai, “Blueberry Faygo” terasa seperti lagu musim panas yang fun—tapi di balik kesan carefree itu, liriknya menyimpan cerita tentang ketertarikan yang kuat terhadap seorang perempuan. Judul “Blueberry Faygo” sendiri adalah metafor cerdas: rasa manis, dingin, dan adiktif seperti minuman slushie favorit, yang mewakili perasaan tertarik pada seseorang yang membuat hati terus kembali. Review ini mengupas makna liriknya secara langsung, fokus pada tema ketertarikan pada seorang yang begitu menarik hingga sulit dilepaskan. MAKNA LAGU

Latar Belakang Penciptaan dan Viralitas Lagu: Review Makna Lagu Blueberry Faygo: Ketertarikan pada Seorang

Lil Mosey menulis “Blueberry Faygo” bersama produser MadeinTYO saat berusia 17 tahun, di tengah masa di mana ia sedang naik daun pasca “Noticed” dan “Pull Up”. Lagu ini awalnya dibuat sebagai track santai yang menggambarkan pengalaman pribadi Mosey bertemu seseorang yang langsung membuatnya terpikat. Produksinya yang ringan dengan bass 808 lembut, hi-hat cepat, dan melodi synth dreamy memberi nuansa chill yang pas untuk lagu tentang ketertarikan muda. Saat rilis melalui Interscope Records, lagu ini langsung viral di TikTok—challenge dance-nya menjadi tren global, dan potongan chorus “Blueberry Faygo, ooh, yeah” sering dipakai untuk video “crush reveal”, “summer vibe”, atau “talking stage” montage. Hingga 2026, “Blueberry Faygo” masih sering muncul di playlist throwback, gym motivation, dan konten “teen romance aesthetic,” membuktikan daya tarik abadinya sebagai lagu tentang perasaan jatuh hati yang ringan tapi intens.

Analisis Makna Lirik dan Tema Ketertarikan pada Seorang: Review Makna Lagu Blueberry Faygo: Ketertarikan pada Seorang

Inti lagu ini adalah ketertarikan yang kuat dan adiktif terhadap seorang perempuan. Lil Mosey membuka dengan baris “I said ooh wee, she a lil’ freak / She gon’ eat the dick like some groceries,” yang langsung menggambarkan daya tarik fisik yang sangat kuat—tapi bukan sekadar itu, ada rasa penasaran dan ketertarikan emosional di baliknya. Chorus yang ikonik “Blueberry Faygo, ooh, yeah / She love to lick the tip like an envelope” menggunakan metafor Blueberry Faygo sebagai simbol sesuatu yang manis, dingin, dan bikin ketagihan—persis seperti perasaan tertarik pada seseorang yang membuat hati terus kembali. Ia menggambarkan gadis itu sebagai “bad lil’ vibe” yang selalu ingin party dan bersenang-senang, tapi Mosey jelas terpikat: “She said she love me, I said ‘I love me too’ / But I love you more, girl, what it do?” menunjukkan ketidakseimbangan—ia lebih terobsesi daripada yang seharusnya. Baris “She got that blueberry body, ooh, yeah / She got that blueberry body, ooh, yeah” memperkuat tema ketertarikan fisik yang intens, tapi juga menyiratkan bahwa perasaan ini lebih dari sekadar penampilan—ia ingin terus dekat, terus merasakan “rasa” itu. Secara keseluruhan, lagu ini bukan tentang cinta mendalam atau komitmen, melainkan tentang fase awal ketertarikan yang begitu kuat hingga terasa seperti kecanduan—seseorang yang membuatmu terus kembali meski tahu itu mungkin sementara.

Resonansi dengan Pendengar dan Budaya Pop

“Blueberry Faygo” sangat resonan karena menangkap esensi ketertarikan muda di era media sosial—perasaan “crush” yang intens, playful, tapi sering tanpa komitmen. Banyak pendengar, terutama remaja dan Gen Z, mengaitkannya dengan pengalaman “talking stage” atau “situationship” di mana seseorang terus membuat hati berdegup tapi tidak pernah jelas statusnya. Di TikTok, lagu ini jadi soundtrack utama untuk video “when you see your crush”, slow-motion jalan di mall, atau konten “summer fling vibes”. Di 2026, lagu ini masih sering diputar di playlist date night, road trip, dan konten “manifesting crush”. Vokal Mosey yang santai dan produksi yang ringan membuatnya terasa fun, tapi liriknya menyentuh rasa excited sekaligus insecure yang universal saat tertarik pada seseorang. Secara budaya, lagu ini memperkuat narasi bahwa ketertarikan awal sering terasa seperti “kecanduan manis”—enak, dingin, dan bikin ketagihan, tapi juga bisa membuatmu “jatuh” jika tidak hati-hati.

Kesimpulan

“Blueberry Faygo” lebih dari sekadar lagu trap viral yang catchy; ia adalah cerita ringan tapi jujur tentang ketertarikan pada seorang yang begitu kuat hingga terasa seperti kecanduan. Lil Mosey berhasil menyampaikan rasa penasaran, chemistry fisik, dan kegembiraan fase awal melalui metafor manis Blueberry Faygo yang cerdas. Di tengah Februari 2026, lagu ini tetap relevan sebagai pengingat bahwa jatuh hati tak selalu butuh drama besar—kadang cukup satu orang yang membuatmu terus kembali, terus ingin “rasa” itu lagi. Bagi siapa pun yang pernah merasakan deg-degan melihat crush atau menunggu chat dari seseorang spesial, lagu ini terasa seperti teman yang paham: ya, rasanya seperti Blueberry Faygo—dingin, manis, dan bikin ketagihan. Dan itulah kekuatannya: sederhana, fun, tapi menyentuh tepat di hati masa muda.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *