Review Makna Lagu Memories: Kenangan Indah. Lagu “Memories” milik Maroon 5 tetap menjadi salah satu karya yang paling sering diputar setiap kali orang merasa rindu akan masa lalu. Dirilis pada 2019 sebagai bagian dari album Red Pill Blues (deluxe edition), single ini dengan cepat menjadi anthem tidak resmi bagi mereka yang sedang mengenang orang-orang yang pernah ada dalam hidupnya—entah karena perpisahan, jarak, atau kehilangan yang lebih permanen. Dengan melodi yang lembut namun menghanyutkan dan lirik yang terasa sangat personal, “Memories” berhasil menangkap esensi kenangan indah yang pahit sekaligus manis. Meski sudah memasuki tahun 2026, lagu ini masih rutin muncul di playlist “throwback” dan momen refleksi akhir tahun, membuktikan bahwa pesan sederhana tentang mengenang bisa tetap relevan lintas generasi. INFO GAME
Latar Belakang dan Proses Kreatif di Balik Lagu: Review Makna Lagu Memories: Kenangan Indah
“Memories” ditulis Adam Levine bersama beberapa penulis lagu termasuk Jacob Kasher Hindlin dan Ryan Tedder. Inspirasi utamanya sangat personal: kehilangan seorang teman dekat yang meninggal dunia. Adam Levine pernah menyebut bahwa lagu ini lahir dari rasa ingin sekali lagi bisa minum bersama, tertawa, dan berbagi cerita dengan orang yang sudah tidak ada lagi. Meski begitu, liriknya sengaja dibuat cukup terbuka sehingga pendengar bisa memproyeksikan pengalaman mereka sendiri—bisa tentang sahabat, mantan kekasilan, anggota keluarga, atau bahkan masa kecil yang sudah jauh.
Secara musikal, “Memories” mengambil inspirasi dari balada klasik era 70-an dan 80-an, terutama nuansa lagu-lagu seperti “Piano Man” milik Billy Joel dan beberapa karya Elton John. Penggunaan piano yang dominan, tempo sedang, dan harmoni vokal yang hangat membuat lagu ini terasa seperti pelukan dalam bentuk musik. Produksinya yang minimalis—tanpa beat elektronik berat atau drop dramatis—justru menjadi kekuatannya. Ia membiarkan emosi dan lirik benar-benar menjadi pusat perhatian. Video klipnya yang sederhana, menampilkan Adam Levine bernyanyi di sebuah bar kosong sambil menatap foto-foto kenangan, semakin memperkuat kesan intim dan reflektif.
Makna Lirik: Merayakan Kenangan Indah di Tengah Rindu: Review Makna Lagu Memories: Kenangan Indah
Lirik “Memories” berpusat pada satu pertanyaan sederhana namun dalam: “Here’s to the ones that we got / Cheers to the wish you were here, but you’re not”. Baris pembuka ini langsung menetapkan nada lagu—sebuah toast, sebuah penghormatan, tapi juga pengakuan bahwa orang yang dikenang sudah tidak ada di sana lagi.
Bagian yang paling ikonik adalah chorus: “Here’s to the ones that we got Cheers to the wish you were here, but you’re not ‘Cause the drinks bring back all the memories Of everything we’ve been through Toast to the ones here today Toast to the ones that we lost on the way ‘Cause the drinks bring back all the memories And the memories bring back, memories bring back you”
Frasa “the drinks bring back all the memories” menjadi jembatan emosional yang sangat kuat. Alkohol dalam konteks ini bukan sekadar minuman, melainkan pemicu nostalgia—sesuatu yang sering membuat orang tiba-tiba teringat wajah, suara, tawa, bahkan aroma seseorang. Lagu ini tidak berusaha menyembunyikan rasa sedih; justru ia merayakan kesedihan itu sebagai bagian dari cinta dan ikatan yang pernah ada.
Yang membuat “Memories” terasa berbeda dari lagu tentang kehilangan pada umumnya adalah sikapnya yang tidak terlalu larut dalam duka. Ada semangat untuk tetap bersyukur: “Toast to the ones here today” mengingatkan kita untuk menghargai orang-orang yang masih ada di sekitar, sementara “Toast to the ones that we lost on the way” mengakui bahwa perjalanan hidup selalu meninggalkan jejak kehilangan. Kenangan indah dalam lagu ini bukan hanya tentang masa lalu yang sempurna, melainkan tentang menerima bahwa keindahan itu datang bersama rasa sakit perpisahan.
Dampak Emosional dan Kehadiran yang Abadi
Sejak rilis, “Memories” sering menjadi lagu yang dipilih orang untuk momen-momen tertentu: reuni kelas, acara peringatan ulang tahun seseorang yang telah tiada, akhir tahun, atau bahkan saat seseorang baru saja putus dan ingin meratapi hubungan yang dulu indah. Lagu ini juga kerap muncul di berbagai tribute video di media sosial, dari montase foto keluarga hingga kenangan persahabatan masa sekolah.
Di tahun 2026, “Memories” masih rutin masuk dalam daftar lagu paling banyak diputar di akhir pekan atau malam hari di platform streaming. Ia menjadi semacam lagu universal yang tidak lekang oleh waktu karena bicaranya sangat manusiawi: semua orang punya seseorang atau sesuatu yang ingin dikenang kembali, meski hanya lewat segelas minuman dan melodi piano yang lembut.
Kesimpulan
“Memories” adalah bukti bahwa lagu paling sederhana sering kali yang paling menyentuh. Tanpa gimmick besar atau produksi berlebihan, Maroon 5 berhasil menciptakan karya yang terasa seperti teman lama yang duduk di sebelah kita, mengajak bersulang untuk orang-orang yang pernah membuat hidup terasa lebih berwarna. Lagu ini mengajarkan bahwa kenangan indah tidak harus selalu bahagia sepenuhnya—ia boleh bercampur rindu, sedih, dan rasa syukur sekaligus. Dan justru di situlah letak kekuatannya: “Memories” tidak hanya membawa kita kembali ke masa lalu, tapi juga mengingatkan untuk lebih menghargai masa kini. Setiap kali chorus itu mengalun, kita seperti diizinkan merayakan semua yang pernah kita miliki—dan semua yang pernah kita kehilangan—dalam satu tarikan napas yang sama. Itulah alasan mengapa, bertahun-tahun kemudian, lagu ini masih terasa begitu dekat dengan hati.